1.Electric Forces and Electric Fields .download
2.Electric Potential and Capacitance.download
3.Current and Direct Current Circuits.download
4.Magnetism.download
KESTABILAN INTI ATOM
Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom tersebut. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah �seimbang� serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. Jumlah proton dan neutron maupun tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak ada gangguan dari luar. Sebaliknya, inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya �tidak seimbang� atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Perlu dicatat bahwa komposisi proton dan neutron yang �seimbang� atau �tidak seimbang� di atas tidak berarti mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Setiap inti atom mempunyai �kesetimbangan� yang berbeda.
Secara umum, kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1,5 kali jumlah protonnya.
Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida.
Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu petak-petak yang horisontal, misalnya Na-20, Na-21, Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop. Pada dasarnya, radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.
Inti-inti atom yang tidak stabil, baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya, cenderung untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha atau radiasi beta (β). Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.
Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi nuklida yang stabil, melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.
Secara umum, kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah neutronnya. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1,5 kali jumlah protonnya.
Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida.
Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu petak-petak yang horisontal, misalnya Na-20, Na-21, Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak stabil disebut sebagai radioisotop. Pada dasarnya, radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.
Inti-inti atom yang tidak stabil, baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya, cenderung untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi alpha atau radiasi beta (β). Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma. Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.
Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum menjadi inti atom yang stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi nuklida yang stabil, melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil. Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.
Penerapan Statistik dalam Berbagai Bidang
Penerapan Statistik di berbagai Bidang
Statistik merupakan alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara. Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis & menginterpretasikan data statistik. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika.
Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan data atau kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistic memiliki 3 pengertian dimuka.
Kumpulan data = data
Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel
Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data = statistic
Penerapan Statistika Dalam Bidang Fisika
Ilmu Statistika banyak diterapkan dalam berbagai ilmu, terutama dalam bidang fisika. Statistika dalam pemerintahan digunakan dalam berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu). Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.
Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan seluruh populasi.
Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematis untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.
Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.
Dalam mekanika statistik sangat mengandalkan teori peluang untuk menentukan keadaan seimbang sistem. Dalam kuliah ini, bahasan ditekankan pada sistem yang partikel-partikelnya berinteraksi sangat lemah baik untuk partikel-partikel terbedakan maupun tak terbedakan. Selain memiliki sifat kuasi bebas, molekul molekul suatu gas ideal bersifat tak terbedakan karena molekul tidak berkecenderungan menempati tempat tertentu dalam ruang atau memiliki kecepatan tertentu. Sedangkan, untuk partikel-partikel yang menempati kedudukan kisi yang teratur dalam kristal, yakni partikel bergetar di sekitar titik tetap, dapat dibedakan karena letaknya. Materi kuliah mencakup probabilitas dan fungsi distribusi, teori kinetik, dan mekanika statistik. Selain itu juga disentuh pengertian ensemble, terutama ensemble kanonis untuk perluasan penerapan pada gas yang menyimpang dari sifat ideal.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Sosial – Ekonomi
Dalam ilmu sosial statistic sudah menjadi bagian penting dalam menjelaskan fenomena-fenomena sosial ekonomi. Sejauh mana intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis, yang dilihat dari segi jenis-jenis alat analisis, bentuk-bentuk kekeliruan penggunaan alat analisis, dan hubungannya dengan nilai mata kuliah statistika dan Nilai Mutu Rata-Rata mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya
Hasil penelitian menunjukan intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis dalam penelitian, ternyata masih rendah, dan ada kecenderungan semakin kompleks alat analisis yang digunakan semakin banyak kekeliruan dilakukan. Meskipun tidak ada hubungan antara nilai mata kuliah statistika dan Nilai Mutu Rata-Rata, namun rendahnya kualitas penguasaan dan pemahaman ilmu statistika dan ilmu-ilmu terkait dengan penelitian, diduga menjadi penyebab rendahnya intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis dan tingginya tingkat kekeliruan penggunaan metode-metode statistika dalam menganalisis data hasil penelitian.
Awalnya penggunaan statistika dalam penelitian bidang eksakta lebih sering digunakan daripada ilmu ilmu sosial. Akan tetapi belakangan ini tampaknya penggunaan statistik tersebut dalam ilmu sosial juga sudah menjadi bagian penting. Dalam ilmu-ilmu sosial, ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu yang pertama menggunakan metode kuantitatif dalam analisanya dan hingga sekarang merupakan ilmu yang paling banyak memakai teknik teknik matematika dan statistika di kalangan ilmu-ilmu social.
Dari masalah yang diteliti, pemilihan masalah, metode yang digunakan, pendekatan analisis dan beragamnya pemahaman masing-masing mahasiswa terhadap metode statistika, maka penggunaan statistika dalam bidang sosial ekonomi tersebut akan beragam
sekali, baik banyaknya yang digunakan sebagai alat bantu dalam pelaksanaan penelitian maupun kesesuaian penggunaan statistika tersebut.
dibidang ilmu-ilmu sosial ternyata jauh lebih sulit untuk mengukurnya secara kuantitatif, karena terkait dengan prilaku manusia. Berdasarkan fakta di atas, sering kali dalam penelitian ilmu sosial, seorang peneliti sering kurang memperhatikan kesesuaian alat analisis dengan masalah yang dihadapi, demikian juga data yang dimiliki, serta kurangnya pemahaman atas kaidah-kaidah statistika itu sendiri.
Statistika juga bias di aplikasikan pada laporan penelitian mahasiswa program studi strata satu jurusan Manajemen Keuangan Perbankan dan Jurusan Akuntansi pada Sekolah Tinggi, yang meliputi; jenis data berdasarkan cara pengumpulan, metode penarikan sampel, banyaknya metode yang dipakai sebagai alat analisis dan besarnya peluang kemungkinan terjadinya kekeliruan yang dilakukan, membandingkan penggunaan model-model statistika di antara kedua jurusan.
Lebih jauh manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh mahasiswa telah menerapkan statistika dalam penelitiannya, serta hubungan antara penggunaan statistika dengan pemahaman mahasiswa mengenai statistika dan kemampuan akademik.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Penelitian
Hubungan sebab-akibat pada penyelidikan statistic lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada peubah , respon akibat berubahnya peubah penjelas.
Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survai, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.
Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Pertanian
Statistika ini juga sering di gunakan dalam lingkup pertanian , dan diantaranya dalam rangka penjebaran tehnik barn untuk meningkatkan produksi, maka Lembaga Pusat Penelitian Pertanian telah menjelenggarakan latihan-latihan tertentu antara lain latihan produksi padi dan latihan pengawas benih. Kerdjasama dengan luar negeri meliputi kerdjasama dengan Djepang untuk melatih tenaga-tenaga pelaksana produksi dan pengawas benih. Demi¬-kian pula mengenai fisiologi.
Disamping penelitian dibidang benih-benih unggul, maka telah dilakukan setjara terus-menerus penelitian untuk memperbaiki tjara bertjotjok tanam, pemupukan, pemberantasan hama penjakit dan tanaman pengganggu. Semua ini diarahkan untuk mentjari hasil jang optimal dalam produksi pangan. Dalam rangka pengamanan tanaman, maka penelitian untuk mendapat¬kan varietas-varietas jang tahan terhadap hama dan penjakit akan lebih bermanfaat sehingga pemakaian obat-obatan dapat dikurangi.Dibidang perikanan salah satu penelitian jang dilakukan telah menghasilkan sistim hadling ikan diatas kapal jang lebih baik, dengan mengadakan perbaikan-perbaikan palka-palka penjim¬panan ikan dan peti-peti penjortiran dan penjimpanan ikan. Dengan tjara tersebut terdapat penghematan dalam pemakaian es sampai satu ton untuk setiap kapal dan ini berarti menghemat biaja operasi. Telah diadakan pula pertjobaan pengangkutan ikan segar dengan peti-peti tanpa isolasi, dengan isolasi plastik busa 2½ cm dan peti-peti isolasi 5½ cm untuk mengangkut ikan segar kedaerah konsumen.
Dalam rangka menaikkan ekspor hasil pertanian perlu diada¬kan suatu studi pemasaran dari hasil-hasil pertanian kita ke¬negara-negara tertentu. Dalam bidang kehutanan telah diren-tjanakan wilajah-wilajah tertentu jang perlu diadakan reboisasi. Suatu penelitian dibidang kesehatan jang ada hubungannja dengan masalah pangan adalah penelitian dalam mentjari dasar guna menundjang usaha peningkatan keadaan gizi masjarakat. Pada waktu ini sedang diadakan pengolahan hasil survey gizi golongan-golongan dalam masjarakat, survey konsumsi makan¬-an,penelitian nilai gizi bahan makanan dan penelitian eksperi¬-men mengenai pengobatan/pentjegahan penjakit defisiensi.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Politik
Selain pengaplikasian dalam berbagai bidang , statistic juga bisa diginakan dalam ilmu politik. internasional adalah cabang dari ilmu politik memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan disiplin ilmu politik yang kurikulumnya tampak kental. Disiplin ilmu hubungan internasional yang selama ini banyak didominasi oleh issue hubungan antar negara sebagai aktor utama pasca perjanjian West-Phalia menjadikan banyak kajian statistik kurang banyak diminati. Tampaknya terdapat semacam keraguan besar untuk bisa memaknai perilaku negara dengan melakukan penghitungan angka-angka. Atau apakah mungkin melakukan penelitian dengan basis negara, dan peneliti melakukan treatment tertentu kepada negara. Secara teknis memang sulit melakukan penelitian dengan berbasis pendekatan kuantitatif dalam konteks pembangunan teori.
menyebabkan disiplin ilmu hubungan internasional sangat miskin teori yang berbasis penelitian hubungan internasional murni. Kebanyakan teori-teori hubungan internasional mengadopsi teori dari disiplin ilmu lain, atau ilmu induknya yakni ilmu sosial dan politik. Seperti teori persepsi dari Kenneth E. Boulding sedikit banyak mengambil analogi pembangunan teori dari disiplin ilmu psikologi. Atau teori-teori perang dalam Walter S. Jones juga banyak mengambil bangunan teori konflik, baik yang berbasis liberalis, atau marxis. Teori-teori dependensia dari Cardoso dan Galtung dalam batas tertentu juga banyak meminjam landasan-landaan teoretik dari disiplin ilmu politik yang berbasis kelas. Dari paparan ini tampaknnya sulit menemukan teori dalam hubungan internasional yang genuine disiplin ilmu hubungan internasional.
Dalam pandangan penulis, disiplin ilmu hubungan internasional lebih banyak memprodusi konsep-konsep, variabel, preposisi atau maksimal dalam pembentukan hipotesa, akan tetapi untuk teori tampaknya belum tampak yanng mapan banyak mengadopsi disiplin ilmu politik pada umumnya. Akan tetapi kalau kita menyimak lebih seksama, pergeseran issue dalam hubungan internasional yang sebelumnya berbasis high politics yang kemudian bergeser ke low politics, dan di tingkat aktor yang sebelumnya banyak berbasis negara semakin bergeser dengan basis non negara menjadikan kajian kuantitatif menjadi menemukan momentum untuk berkembang. Aktor Hubungan internasional yang semakin longgar dan relatif tidak terikat oleh ikatan kepentingan nasional dan geografis atau dalam kata lain memberikan loyalitasnya pada kepentingan groupnya atau bahkan kepentingan global menjadi arah universalisme semakin menggejala. Isue ekonomi yang kemudian mengantikan issue idiologi-militer menjadikan reasoning ekonomi yang rasionalisme didukung oleh pendekatan kuantitatif seperti menemukan
momentum baru. Selama ini banyak analisis mencoba menjelaskan fenomena ekonomi dengan penjelasan dari sudut politiknya, sekarang ada kecenderungan faktor ekonomi sengaja dipisahkan
dari gejala politik . Fenomena ini bisa dilihat dari fakta-fakta internasional, seperti kasus Jepang
yang tetap mapan meski digoncang instabilitas politik. Dan tampaknya kecenderungan ini semakin akan menguat sehubungan sangat merugikannya mengkaitkan gejala ekonomi dan politik.
Begitu juga dengan studi ilmu hubungan internasional, dengan ekonomi akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pendekatan kuantitatif, dan dengan demikian akan berbanding lurus dengan penggunaan statistik sebagai alat bantunya. Jika kita juga mau meneliti dengan seksama dan obyektif, ilmu hubungan internasaional dalam periode perang dingin banyak melandasakn pada issue high politics, ternyata tak bisa menghindarkan dari gejala statistik. Bagaimana tidak negara yang saling bersitegang dalam konteks idiologi dan militer harus senantiasa menyakinkan sekutu, bahkan kompetitornya bahwa dialah yang paling berkuasa dan powerful. Proses ini mau tidak mau memerlukan statistik secara rigid. Inilah yang kemudian mengilhami pengembangan tehnologi statistik dalam studi propaganda.
Studi propaganda dalam kajian ilmu politk, dalam bahasa sederhana merupakan media perang informasi dalam bentuk iklan sampai bentuk propaganda politik untuk mendapatkan dukungan dari fihak lain, ataupun membuat lawan atau kompetitor menjadi under-estimate dengan kemampuannya. Studi propaganda merupakan studi untuk membuat memenangkan opini dalam masyarakat ditengah opini yang sangat beragam. Dengan menggunakan metode statistik seorang publik figur bisa menyerang argumentasi fihak kompetitornya, atau mempertahankan argumentasinya
Penerapan Statistika Dalam Bidang Engineering.
Perangkat lunak merupakan kumpulan dari berbagai item (program, prosedur, dan dokumen data yang saling terkait) yang merepresentasikan masalah di dunia nyata yang dikonfigurasikan dalam satu bentuk aplikasi yang harus dikerjakan komputer.
Penerapan sistem devisa bebas dan ditambah dengan penerapan sistem nilai tukar mengambang di Indonesia sejak tahun 1997, menyebabkan pergerakan nilai tukar di pasar menjadi sangat rentan oleh pengaruh faktor-faktor ekonomi dengan non-ekonomi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, yaitu: faktor fundamental, faktor teknis, dan sentimen pasar. Faktor fundamental berkaitan dengan indikator-indikator ekonomi seperti inflasi, suku bunga, perbedaan relatif pendapatan antar negara, ekspektasi pasar dan intervensi Bank Sentral. Faktor teknis berkaitan dengan kondisi penawaran dan permintaan devisa pada saat-saat tertentu. Apabila ada kelebihan permintaan, sementara penawaran tetap, harga valas akan naik dan bila ada kelebihan penawaran, sementara permintaan tetap, harga valas akan turun. Sentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita-berita politik yang bersifat insidentil, yang dapat mendorong harga valas naik atau turun secara tajam dalam jangka pendek.
Indonesia sebagai negara yang banyak mengimpor bahan baku industri mengalami dampak dari ketidakstabilan kurs ini, yang dapat dilihat dari melonjaknya biaya produksi sehinga menyebabkan harga barang-barang milik Indonesia mengalami kenaikan. Mengingat besarnya dampak dari fluktuasi kurs terhadap perekonomian, dibutuhkan suatu metode yang baik untuk dapat mengetahui fluktuasi kurs tersebut. Dipilihnya dollar AS (Amerika Serikat) dalam prediksi nilai tukar ini karena dollar AS merupakan mata uang yang dominanterutama untuk negara berkembang seperti Indonesia, sehingga bila terjadi perubahan pada dollar AS nilai tukar rupiah juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya untuk pemodelan suatu sistem digunakan metode statistik didasari oleh teori probabilitas yang merepresentasikan ketidakpastian. Maka sekitar tahun 1965, Profesor L. A. Zadeh memperkenalkan teori himpunan fuzzy, yang secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa tidak hanya teori probabilitas saja yang dapat merepresentasikan ketidakpastian. Sistem fuzzy merupakan inti dari softcomputing, terbukti telah memiliki kinerja yang sangat baik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mengandung ketidakpastian.
Statistik merupakan alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode/asas-asas guna mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara. Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis & menginterpretasikan data statistik. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika.
Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan data atau kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistic memiliki 3 pengertian dimuka.
Kumpulan data = data
Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel
Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data = statistic
Penerapan Statistika Dalam Bidang Fisika
Ilmu Statistika banyak diterapkan dalam berbagai ilmu, terutama dalam bidang fisika. Statistika dalam pemerintahan digunakan dalam berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu). Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.
statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.
Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan seluruh populasi.
Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.
Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematis untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.
Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.
Dalam mekanika statistik sangat mengandalkan teori peluang untuk menentukan keadaan seimbang sistem. Dalam kuliah ini, bahasan ditekankan pada sistem yang partikel-partikelnya berinteraksi sangat lemah baik untuk partikel-partikel terbedakan maupun tak terbedakan. Selain memiliki sifat kuasi bebas, molekul molekul suatu gas ideal bersifat tak terbedakan karena molekul tidak berkecenderungan menempati tempat tertentu dalam ruang atau memiliki kecepatan tertentu. Sedangkan, untuk partikel-partikel yang menempati kedudukan kisi yang teratur dalam kristal, yakni partikel bergetar di sekitar titik tetap, dapat dibedakan karena letaknya. Materi kuliah mencakup probabilitas dan fungsi distribusi, teori kinetik, dan mekanika statistik. Selain itu juga disentuh pengertian ensemble, terutama ensemble kanonis untuk perluasan penerapan pada gas yang menyimpang dari sifat ideal.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Sosial – Ekonomi
Dalam ilmu sosial statistic sudah menjadi bagian penting dalam menjelaskan fenomena-fenomena sosial ekonomi. Sejauh mana intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis, yang dilihat dari segi jenis-jenis alat analisis, bentuk-bentuk kekeliruan penggunaan alat analisis, dan hubungannya dengan nilai mata kuliah statistika dan Nilai Mutu Rata-Rata mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya
Hasil penelitian menunjukan intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis dalam penelitian, ternyata masih rendah, dan ada kecenderungan semakin kompleks alat analisis yang digunakan semakin banyak kekeliruan dilakukan. Meskipun tidak ada hubungan antara nilai mata kuliah statistika dan Nilai Mutu Rata-Rata, namun rendahnya kualitas penguasaan dan pemahaman ilmu statistika dan ilmu-ilmu terkait dengan penelitian, diduga menjadi penyebab rendahnya intensitas penggunaan statistika sebagai alat analisis dan tingginya tingkat kekeliruan penggunaan metode-metode statistika dalam menganalisis data hasil penelitian.
Awalnya penggunaan statistika dalam penelitian bidang eksakta lebih sering digunakan daripada ilmu ilmu sosial. Akan tetapi belakangan ini tampaknya penggunaan statistik tersebut dalam ilmu sosial juga sudah menjadi bagian penting. Dalam ilmu-ilmu sosial, ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu yang pertama menggunakan metode kuantitatif dalam analisanya dan hingga sekarang merupakan ilmu yang paling banyak memakai teknik teknik matematika dan statistika di kalangan ilmu-ilmu social.
Dari masalah yang diteliti, pemilihan masalah, metode yang digunakan, pendekatan analisis dan beragamnya pemahaman masing-masing mahasiswa terhadap metode statistika, maka penggunaan statistika dalam bidang sosial ekonomi tersebut akan beragam
sekali, baik banyaknya yang digunakan sebagai alat bantu dalam pelaksanaan penelitian maupun kesesuaian penggunaan statistika tersebut.
dibidang ilmu-ilmu sosial ternyata jauh lebih sulit untuk mengukurnya secara kuantitatif, karena terkait dengan prilaku manusia. Berdasarkan fakta di atas, sering kali dalam penelitian ilmu sosial, seorang peneliti sering kurang memperhatikan kesesuaian alat analisis dengan masalah yang dihadapi, demikian juga data yang dimiliki, serta kurangnya pemahaman atas kaidah-kaidah statistika itu sendiri.
Statistika juga bias di aplikasikan pada laporan penelitian mahasiswa program studi strata satu jurusan Manajemen Keuangan Perbankan dan Jurusan Akuntansi pada Sekolah Tinggi, yang meliputi; jenis data berdasarkan cara pengumpulan, metode penarikan sampel, banyaknya metode yang dipakai sebagai alat analisis dan besarnya peluang kemungkinan terjadinya kekeliruan yang dilakukan, membandingkan penggunaan model-model statistika di antara kedua jurusan.
Lebih jauh manfaat yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa jauh mahasiswa telah menerapkan statistika dalam penelitiannya, serta hubungan antara penggunaan statistika dengan pemahaman mahasiswa mengenai statistika dan kemampuan akademik.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Penelitian
Hubungan sebab-akibat pada penyelidikan statistic lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada peubah , respon akibat berubahnya peubah penjelas.
Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen).
Dalam survai, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen.
Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Pertanian
Statistika ini juga sering di gunakan dalam lingkup pertanian , dan diantaranya dalam rangka penjebaran tehnik barn untuk meningkatkan produksi, maka Lembaga Pusat Penelitian Pertanian telah menjelenggarakan latihan-latihan tertentu antara lain latihan produksi padi dan latihan pengawas benih. Kerdjasama dengan luar negeri meliputi kerdjasama dengan Djepang untuk melatih tenaga-tenaga pelaksana produksi dan pengawas benih. Demi¬-kian pula mengenai fisiologi.
Disamping penelitian dibidang benih-benih unggul, maka telah dilakukan setjara terus-menerus penelitian untuk memperbaiki tjara bertjotjok tanam, pemupukan, pemberantasan hama penjakit dan tanaman pengganggu. Semua ini diarahkan untuk mentjari hasil jang optimal dalam produksi pangan. Dalam rangka pengamanan tanaman, maka penelitian untuk mendapat¬kan varietas-varietas jang tahan terhadap hama dan penjakit akan lebih bermanfaat sehingga pemakaian obat-obatan dapat dikurangi.Dibidang perikanan salah satu penelitian jang dilakukan telah menghasilkan sistim hadling ikan diatas kapal jang lebih baik, dengan mengadakan perbaikan-perbaikan palka-palka penjim¬panan ikan dan peti-peti penjortiran dan penjimpanan ikan. Dengan tjara tersebut terdapat penghematan dalam pemakaian es sampai satu ton untuk setiap kapal dan ini berarti menghemat biaja operasi. Telah diadakan pula pertjobaan pengangkutan ikan segar dengan peti-peti tanpa isolasi, dengan isolasi plastik busa 2½ cm dan peti-peti isolasi 5½ cm untuk mengangkut ikan segar kedaerah konsumen.
Dalam rangka menaikkan ekspor hasil pertanian perlu diada¬kan suatu studi pemasaran dari hasil-hasil pertanian kita ke¬negara-negara tertentu. Dalam bidang kehutanan telah diren-tjanakan wilajah-wilajah tertentu jang perlu diadakan reboisasi. Suatu penelitian dibidang kesehatan jang ada hubungannja dengan masalah pangan adalah penelitian dalam mentjari dasar guna menundjang usaha peningkatan keadaan gizi masjarakat. Pada waktu ini sedang diadakan pengolahan hasil survey gizi golongan-golongan dalam masjarakat, survey konsumsi makan¬-an,penelitian nilai gizi bahan makanan dan penelitian eksperi¬-men mengenai pengobatan/pentjegahan penjakit defisiensi.
Penerapan Statistika Dalam Bidang Politik
Selain pengaplikasian dalam berbagai bidang , statistic juga bisa diginakan dalam ilmu politik. internasional adalah cabang dari ilmu politik memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan disiplin ilmu politik yang kurikulumnya tampak kental. Disiplin ilmu hubungan internasional yang selama ini banyak didominasi oleh issue hubungan antar negara sebagai aktor utama pasca perjanjian West-Phalia menjadikan banyak kajian statistik kurang banyak diminati. Tampaknya terdapat semacam keraguan besar untuk bisa memaknai perilaku negara dengan melakukan penghitungan angka-angka. Atau apakah mungkin melakukan penelitian dengan basis negara, dan peneliti melakukan treatment tertentu kepada negara. Secara teknis memang sulit melakukan penelitian dengan berbasis pendekatan kuantitatif dalam konteks pembangunan teori.
menyebabkan disiplin ilmu hubungan internasional sangat miskin teori yang berbasis penelitian hubungan internasional murni. Kebanyakan teori-teori hubungan internasional mengadopsi teori dari disiplin ilmu lain, atau ilmu induknya yakni ilmu sosial dan politik. Seperti teori persepsi dari Kenneth E. Boulding sedikit banyak mengambil analogi pembangunan teori dari disiplin ilmu psikologi. Atau teori-teori perang dalam Walter S. Jones juga banyak mengambil bangunan teori konflik, baik yang berbasis liberalis, atau marxis. Teori-teori dependensia dari Cardoso dan Galtung dalam batas tertentu juga banyak meminjam landasan-landaan teoretik dari disiplin ilmu politik yang berbasis kelas. Dari paparan ini tampaknnya sulit menemukan teori dalam hubungan internasional yang genuine disiplin ilmu hubungan internasional.
Dalam pandangan penulis, disiplin ilmu hubungan internasional lebih banyak memprodusi konsep-konsep, variabel, preposisi atau maksimal dalam pembentukan hipotesa, akan tetapi untuk teori tampaknya belum tampak yanng mapan banyak mengadopsi disiplin ilmu politik pada umumnya. Akan tetapi kalau kita menyimak lebih seksama, pergeseran issue dalam hubungan internasional yang sebelumnya berbasis high politics yang kemudian bergeser ke low politics, dan di tingkat aktor yang sebelumnya banyak berbasis negara semakin bergeser dengan basis non negara menjadikan kajian kuantitatif menjadi menemukan momentum untuk berkembang. Aktor Hubungan internasional yang semakin longgar dan relatif tidak terikat oleh ikatan kepentingan nasional dan geografis atau dalam kata lain memberikan loyalitasnya pada kepentingan groupnya atau bahkan kepentingan global menjadi arah universalisme semakin menggejala. Isue ekonomi yang kemudian mengantikan issue idiologi-militer menjadikan reasoning ekonomi yang rasionalisme didukung oleh pendekatan kuantitatif seperti menemukan
momentum baru. Selama ini banyak analisis mencoba menjelaskan fenomena ekonomi dengan penjelasan dari sudut politiknya, sekarang ada kecenderungan faktor ekonomi sengaja dipisahkan
dari gejala politik . Fenomena ini bisa dilihat dari fakta-fakta internasional, seperti kasus Jepang
yang tetap mapan meski digoncang instabilitas politik. Dan tampaknya kecenderungan ini semakin akan menguat sehubungan sangat merugikannya mengkaitkan gejala ekonomi dan politik.
Begitu juga dengan studi ilmu hubungan internasional, dengan ekonomi akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pendekatan kuantitatif, dan dengan demikian akan berbanding lurus dengan penggunaan statistik sebagai alat bantunya. Jika kita juga mau meneliti dengan seksama dan obyektif, ilmu hubungan internasaional dalam periode perang dingin banyak melandasakn pada issue high politics, ternyata tak bisa menghindarkan dari gejala statistik. Bagaimana tidak negara yang saling bersitegang dalam konteks idiologi dan militer harus senantiasa menyakinkan sekutu, bahkan kompetitornya bahwa dialah yang paling berkuasa dan powerful. Proses ini mau tidak mau memerlukan statistik secara rigid. Inilah yang kemudian mengilhami pengembangan tehnologi statistik dalam studi propaganda.
Studi propaganda dalam kajian ilmu politk, dalam bahasa sederhana merupakan media perang informasi dalam bentuk iklan sampai bentuk propaganda politik untuk mendapatkan dukungan dari fihak lain, ataupun membuat lawan atau kompetitor menjadi under-estimate dengan kemampuannya. Studi propaganda merupakan studi untuk membuat memenangkan opini dalam masyarakat ditengah opini yang sangat beragam. Dengan menggunakan metode statistik seorang publik figur bisa menyerang argumentasi fihak kompetitornya, atau mempertahankan argumentasinya
Penerapan Statistika Dalam Bidang Engineering.
Perangkat lunak merupakan kumpulan dari berbagai item (program, prosedur, dan dokumen data yang saling terkait) yang merepresentasikan masalah di dunia nyata yang dikonfigurasikan dalam satu bentuk aplikasi yang harus dikerjakan komputer.
Penerapan sistem devisa bebas dan ditambah dengan penerapan sistem nilai tukar mengambang di Indonesia sejak tahun 1997, menyebabkan pergerakan nilai tukar di pasar menjadi sangat rentan oleh pengaruh faktor-faktor ekonomi dengan non-ekonomi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, yaitu: faktor fundamental, faktor teknis, dan sentimen pasar. Faktor fundamental berkaitan dengan indikator-indikator ekonomi seperti inflasi, suku bunga, perbedaan relatif pendapatan antar negara, ekspektasi pasar dan intervensi Bank Sentral. Faktor teknis berkaitan dengan kondisi penawaran dan permintaan devisa pada saat-saat tertentu. Apabila ada kelebihan permintaan, sementara penawaran tetap, harga valas akan naik dan bila ada kelebihan penawaran, sementara permintaan tetap, harga valas akan turun. Sentimen pasar lebih banyak disebabkan oleh rumor atau berita-berita politik yang bersifat insidentil, yang dapat mendorong harga valas naik atau turun secara tajam dalam jangka pendek.
Indonesia sebagai negara yang banyak mengimpor bahan baku industri mengalami dampak dari ketidakstabilan kurs ini, yang dapat dilihat dari melonjaknya biaya produksi sehinga menyebabkan harga barang-barang milik Indonesia mengalami kenaikan. Mengingat besarnya dampak dari fluktuasi kurs terhadap perekonomian, dibutuhkan suatu metode yang baik untuk dapat mengetahui fluktuasi kurs tersebut. Dipilihnya dollar AS (Amerika Serikat) dalam prediksi nilai tukar ini karena dollar AS merupakan mata uang yang dominanterutama untuk negara berkembang seperti Indonesia, sehingga bila terjadi perubahan pada dollar AS nilai tukar rupiah juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya untuk pemodelan suatu sistem digunakan metode statistik didasari oleh teori probabilitas yang merepresentasikan ketidakpastian. Maka sekitar tahun 1965, Profesor L. A. Zadeh memperkenalkan teori himpunan fuzzy, yang secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa tidak hanya teori probabilitas saja yang dapat merepresentasikan ketidakpastian. Sistem fuzzy merupakan inti dari softcomputing, terbukti telah memiliki kinerja yang sangat baik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mengandung ketidakpastian.
Electronegativitas , jari-jari ion
Electronegativitas
adalah kemampuan suatu atom atau kumpulan atom untuk menarik electron terluarnya baik yang dugunakan untuk ikatan atau kumpulan atom tersebut , sehingga atom tersebut cenderung bermuatan negatif
1.Dalam satu golongan atom , semakin kebawah keeletronegativitasan sebuah atom akan semakin besar . ini dikarenakan jari-jari atau kulit electron makin banyak sehingga elecron terluarnya yang terlibat dalam pembentukan ikatan makin jauh dari inti , walau jumlah proton makin banyak pula . Pengaruh penambahan kulit lebih berpengaruh dari pada penambahan jumlah proton .
2.Dalam satu periode sebuah atom , dari kiri ke kanan keelectronegativitasan sebuah atom akan semakin besar. Ini dipengaruhi oleh jumlah proton dalam inti atom dan oleh jumlah kulit electron. Jumlah proton makin naik berarti muatan positif inti makin besar , oleh karena itu suatu tarikan akan meningkat .
Jari-Jari Ion
jari-jari ion terdefinisikan menjadi dua yaitu jari-jari ion positif dan jari-jari ion negatif
1.Jari-jari ion positif
Jari-jari ion positif selalu lebih pendek dari jari-jari atom netralnya , karena pada ion positif , atom kehilangan electron tetapi jumlah protonya tetap , sehingga electron akan lebih kuat di tarik proton . akibatnya jari-jari ion positif makin pendek .
2.Jari-jari ion negatif
Jari-jari ion negatif selalu lebih panjang dari jari-jari atom netralnya , karena pada ion negatif , atom mendapatkan tambahan electron tetapi jumlah protonya tetap , sehingga electron akan lebih berat tertarik oleh proton. Akibatnya jari-jari ion negatif semakin panjang .
adalah kemampuan suatu atom atau kumpulan atom untuk menarik electron terluarnya baik yang dugunakan untuk ikatan atau kumpulan atom tersebut , sehingga atom tersebut cenderung bermuatan negatif
1.Dalam satu golongan atom , semakin kebawah keeletronegativitasan sebuah atom akan semakin besar . ini dikarenakan jari-jari atau kulit electron makin banyak sehingga elecron terluarnya yang terlibat dalam pembentukan ikatan makin jauh dari inti , walau jumlah proton makin banyak pula . Pengaruh penambahan kulit lebih berpengaruh dari pada penambahan jumlah proton .
2.Dalam satu periode sebuah atom , dari kiri ke kanan keelectronegativitasan sebuah atom akan semakin besar. Ini dipengaruhi oleh jumlah proton dalam inti atom dan oleh jumlah kulit electron. Jumlah proton makin naik berarti muatan positif inti makin besar , oleh karena itu suatu tarikan akan meningkat .
Jari-Jari Ion
jari-jari ion terdefinisikan menjadi dua yaitu jari-jari ion positif dan jari-jari ion negatif
1.Jari-jari ion positif
Jari-jari ion positif selalu lebih pendek dari jari-jari atom netralnya , karena pada ion positif , atom kehilangan electron tetapi jumlah protonya tetap , sehingga electron akan lebih kuat di tarik proton . akibatnya jari-jari ion positif makin pendek .
2.Jari-jari ion negatif
Jari-jari ion negatif selalu lebih panjang dari jari-jari atom netralnya , karena pada ion negatif , atom mendapatkan tambahan electron tetapi jumlah protonya tetap , sehingga electron akan lebih berat tertarik oleh proton. Akibatnya jari-jari ion negatif semakin panjang .
ikatan ion dan kovalen
Perbedaan antara ikatan ion dan ikatan kovalen
No ION KOVALEN
1 Pada suhu kamar berwujud padat pada suhu kamar berwujud gas, cair (Br2), dan ada yang padat (I2)
2 Struktur kristalnya keras tapi rapuh padatannya lunak dan tidak rapuh
3 Mempuyai titik didih dan titik leleh tinggi mempunyai titik didih dan titik leleh rendah
4 Larut dalam pelarutan air tetapi tidak larut dalam pelarut organik larut dalam pelarut organik tapi tidak larut dalam air
5 Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi pada fase cair (lelehan) dan larutannya menghantar listrik. umumnya tidak menghantarkan listrik
Sifat-sifat senyawa Ion sebaga berikut :
1) Senyawa ionik cenderung mempunyai konduktivitas listrik sangat rendah seperti padatan, tetapi manghantar listrik sangat baik pada keadaan leburannya. Daya hantar listrik ini diasosiasikan dengan adanya ion – ion positif atau negatif yang bergerak bebas karena pengaruh medan listrik. Dalam keadaan padat, ion – ion ini diikat kuat dalam kisi, tidak mengalami migrasi atau perpindahan, dan juga tidak membawa arus listrik. Sebagai catatan, sesungguhnya tidak ada bukti yang mutlak adanya adanya ion – ion dalam padatan, misalnya NaCl,. Kenyataan bahwa ion – ion didapat dalam larutan (air) bukan merupakan bukti bahwa ion – ion yang bersangkutan juga ada dalam kristal padatannya. Keberadaan ion – ion dala padatan hanyalah merupakan asumsi saja berdasarkan sifat – sifat yang diinterpretasikan dengan gaya tarik – menarik elektrostasik.
2) Senyawa ionik cenderung mempunyai titik leleh tinggi; ikatan ionik biasanya sangat kuat dan terarah ke segala arah. Ini bukan berarti bahwa ikatan ionik sangat lebih kuat daripada ikatan kovalen, melainkan karena sebaran arah ikatan ke segala arah inilah yang merupakan faktor penting kaitannya dengan tingginya titik leleh .
3) Senyawa ionik biasanya sangat keras tetapi rapuh. Kekerasan senyawa ionik mengikuti konsekuensi argumen di atas sekalipum perlakuannya melalui pemisahan secara mekanik daripada pemisahan secara termal terhadap gaya tarik – menarik antar ion. Jika cukup gaya untuk menggeser sedikit ion – ion (misalnya dalam unit sel NaCl, panjang ikatan menjadi memendek separohnya), maka gaya tarik – menarik mula – mula akan berubah menjadi gaya tolak – menolak karena kontak antar anion dan antar kation menjadi lebih signifikan..
4) Senyawa ionik biasanya larut dalam pelarut polar dengan permitivitas (tetapan dielektrikum) tinggi.
Sifat-sifat senyawa kovalen sebagai berikut.
1. Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan.
2. Titik didih dan titik lelehnya rendah, karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya kuat.
3. Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar.
4. Larutannya dalam air ada yang menghantar arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.
Anda dapat memprediksi ikatan kimia apabila mengetahui konfigurasi elektron dari atom unsur tersebut (elektron valensinya). Dari situ akan diketahui jumlah kekurangan elektron masing-masing unsur untuk mencapai kaidah oktet dan dupet (kestabilan struktur seperti struktur elektron gas mulia). Jarak antara dua inti atom yang berikatan disebut panjang ikatan.Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak mengandung ion-ion sehingga posisi molekulnya tidak berubah (stabil)
No ION KOVALEN
1 Pada suhu kamar berwujud padat pada suhu kamar berwujud gas, cair (Br2), dan ada yang padat (I2)
2 Struktur kristalnya keras tapi rapuh padatannya lunak dan tidak rapuh
3 Mempuyai titik didih dan titik leleh tinggi mempunyai titik didih dan titik leleh rendah
4 Larut dalam pelarutan air tetapi tidak larut dalam pelarut organik larut dalam pelarut organik tapi tidak larut dalam air
5 Tidak menghantarkan listrik pada fase padat, tetapi pada fase cair (lelehan) dan larutannya menghantar listrik. umumnya tidak menghantarkan listrik
Sifat-sifat senyawa Ion sebaga berikut :
1) Senyawa ionik cenderung mempunyai konduktivitas listrik sangat rendah seperti padatan, tetapi manghantar listrik sangat baik pada keadaan leburannya. Daya hantar listrik ini diasosiasikan dengan adanya ion – ion positif atau negatif yang bergerak bebas karena pengaruh medan listrik. Dalam keadaan padat, ion – ion ini diikat kuat dalam kisi, tidak mengalami migrasi atau perpindahan, dan juga tidak membawa arus listrik. Sebagai catatan, sesungguhnya tidak ada bukti yang mutlak adanya adanya ion – ion dalam padatan, misalnya NaCl,. Kenyataan bahwa ion – ion didapat dalam larutan (air) bukan merupakan bukti bahwa ion – ion yang bersangkutan juga ada dalam kristal padatannya. Keberadaan ion – ion dala padatan hanyalah merupakan asumsi saja berdasarkan sifat – sifat yang diinterpretasikan dengan gaya tarik – menarik elektrostasik.
2) Senyawa ionik cenderung mempunyai titik leleh tinggi; ikatan ionik biasanya sangat kuat dan terarah ke segala arah. Ini bukan berarti bahwa ikatan ionik sangat lebih kuat daripada ikatan kovalen, melainkan karena sebaran arah ikatan ke segala arah inilah yang merupakan faktor penting kaitannya dengan tingginya titik leleh .
3) Senyawa ionik biasanya sangat keras tetapi rapuh. Kekerasan senyawa ionik mengikuti konsekuensi argumen di atas sekalipum perlakuannya melalui pemisahan secara mekanik daripada pemisahan secara termal terhadap gaya tarik – menarik antar ion. Jika cukup gaya untuk menggeser sedikit ion – ion (misalnya dalam unit sel NaCl, panjang ikatan menjadi memendek separohnya), maka gaya tarik – menarik mula – mula akan berubah menjadi gaya tolak – menolak karena kontak antar anion dan antar kation menjadi lebih signifikan..
4) Senyawa ionik biasanya larut dalam pelarut polar dengan permitivitas (tetapan dielektrikum) tinggi.
Sifat-sifat senyawa kovalen sebagai berikut.
1. Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2, CO2), cair (misalnya: H2O dan HCl), ataupun berupa padatan.
2. Titik didih dan titik lelehnya rendah, karena gaya tarik-menarik antarmolekulnya lemah meskipun ikatan antaratomnya kuat.
3. Larut dalam pelarut nonpolar dan beberapa di antaranya dapat berinteraksi dengan pelarut polar.
4. Larutannya dalam air ada yang menghantar arus listrik (misal HCl) tetapi sebagian besar tidak dapat menghantarkan arus listrik, baik padatan, leburan, atau larutannya.
Anda dapat memprediksi ikatan kimia apabila mengetahui konfigurasi elektron dari atom unsur tersebut (elektron valensinya). Dari situ akan diketahui jumlah kekurangan elektron masing-masing unsur untuk mencapai kaidah oktet dan dupet (kestabilan struktur seperti struktur elektron gas mulia). Jarak antara dua inti atom yang berikatan disebut panjang ikatan.Hal ini disebabkan senyawa kovalen tidak mengandung ion-ion sehingga posisi molekulnya tidak berubah (stabil)
postulat dalton dan kelemahanya ...
Postulat Dasar dari Teori Atom Dalton :
1) Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom
2) Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom
3) Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( Atom dari unsur yang berbeda memiliki masa dan sifat yang berbeda pula )
4) Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu
5) Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut
Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton :
1) Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
2) Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )
3) Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir
4) Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul
1) Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom
2) Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom
3) Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( Atom dari unsur yang berbeda memiliki masa dan sifat yang berbeda pula )
4) Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu
5) Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut
Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton :
1) Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
2) Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )
3) Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir
4) Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul
Teori Kehidupan by Stanley Miller
Eksperimen Stanley Miller
Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey.
Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air. Alat tersebut juaga dipanasi selama seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur didalamnya. Sebagai pengganti energi listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi. Adanya aliran listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.
Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun dianalisis secara kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana, seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba beberapa pakar lain, ternyata hasilnya sama. Bila dalam perangkat eksperimen tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata zat-zat yang dihasilkan mengandung ATP, yakni suatu senyawa yang berkaitan dengan transfer energi dalam kehidupan. Nukleotida adalah suatu senyawa penyusun utama ADN (Asam Deoksiribose Nukleat) dan ARN (Asam Ribose Nukleat), yaitu senyawa khas dalam inti sel yang mengendalikan aktivitas sel dan pewarisan sifat.
Eksperimen Miller dapat memberiakan petunjuk bahwa satuan- satuan kompleks didalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Hasil dari percobaan ini adalah senyawa organik dapat terbentuk secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen sel.
Pendapat
Eksperimen Miller berusaha membuktikan bahwa asam amino dapat terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi bumi purba. Namun, eksperimen ini tidak konsisten dalam sejumlah hal:
1.Dengan menggunakan mekanisme cold trap, Miller mengisolasi asam-asam amino dari lingkungannya segera setelah mereka terbentuk. Jika dia tidak melakukannya, kondisi lingkungan tempat asam amino terbentuk akan segera menghancurkan molekul ini.
2.Bumi teradiasi ultra-violet 10.000 kali lebih besar daripada perkiraan evolusionis. Radiasi ultra-violet yang intens ini membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida dalam atmosfir. Situasi ini secara telak membantah eksperimen Miller yang sama sekali mengabaikan oksigen. Jika oksigen digunakan dalam eksperimen tersebut, metan akan terurai menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia menjadi nitrogen dan air. Selain itu, dalam lingkungan tanpa oksigen, juga tidak akan ada lapisan ozon. Tanpa perlindungan lapisan ozon, asam-asam amino akan segera hancur oleh sinar ultraviolet yang sangat intens. Dapat dikatakan, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya sama, lingkungan yang sangat destruktif bagi asam amino.
3.Pada akhir eksperimen Miller, terbentuk banyak asam organik yang bersifat merusak struktur dan fungsi makhluk hidup. Jika asam amino tidak diisolasi dan tetap berada di dalam lingkungan yang sama dengan senyawa-senyawa ini, reaksi kimia yang terjadi akan menghancurkan atau mengubah asam amino menjadi senyawa lain.
Selain itu, di akhir eksperimen ini terbentuk sejumlah besar asam amino Dextro. Keberadaan asam amino ini dengan sendirinya menyangkal teori evolusi, karena asam amino Dextro tidak berfungsi dalam pembentukan sel makhluk hidup. Kesimpulannya, kondisi-kondisi di mana asam amino terbentuk dalam eksperimen Miller, tidak cocok bagi kehidupan. Kenyataannya, medium ini merupakan campuran asam yang meng-hancurkan dan mengoksidasi molekul-molekul berguna yang diperoleh.
Semua fakta ini menunjukkan satu hal yang jelas: eksperimen Miller tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa makhluk hidup terbentuk secara kebetulan dalam kondisi bumi purba. Keseluruhan eksperimen ini tidak lebih dari sebuah eksperimen laboratorium yang terkontrol dan terarah untuk mensintesis asam amino.
Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey.
Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air. Alat tersebut juaga dipanasi selama seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur didalamnya. Sebagai pengganti energi listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi. Adanya aliran listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.
Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun dianalisis secara kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana, seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba beberapa pakar lain, ternyata hasilnya sama. Bila dalam perangkat eksperimen tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata zat-zat yang dihasilkan mengandung ATP, yakni suatu senyawa yang berkaitan dengan transfer energi dalam kehidupan. Nukleotida adalah suatu senyawa penyusun utama ADN (Asam Deoksiribose Nukleat) dan ARN (Asam Ribose Nukleat), yaitu senyawa khas dalam inti sel yang mengendalikan aktivitas sel dan pewarisan sifat.
Eksperimen Miller dapat memberiakan petunjuk bahwa satuan- satuan kompleks didalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Hasil dari percobaan ini adalah senyawa organik dapat terbentuk secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnya semua senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnya membentuk senyawa yang merupakan komponen sel.
Pendapat
Eksperimen Miller berusaha membuktikan bahwa asam amino dapat terbentuk dengan sendirinya dalam kondisi bumi purba. Namun, eksperimen ini tidak konsisten dalam sejumlah hal:
1.Dengan menggunakan mekanisme cold trap, Miller mengisolasi asam-asam amino dari lingkungannya segera setelah mereka terbentuk. Jika dia tidak melakukannya, kondisi lingkungan tempat asam amino terbentuk akan segera menghancurkan molekul ini.
2.Bumi teradiasi ultra-violet 10.000 kali lebih besar daripada perkiraan evolusionis. Radiasi ultra-violet yang intens ini membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida dalam atmosfir. Situasi ini secara telak membantah eksperimen Miller yang sama sekali mengabaikan oksigen. Jika oksigen digunakan dalam eksperimen tersebut, metan akan terurai menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia menjadi nitrogen dan air. Selain itu, dalam lingkungan tanpa oksigen, juga tidak akan ada lapisan ozon. Tanpa perlindungan lapisan ozon, asam-asam amino akan segera hancur oleh sinar ultraviolet yang sangat intens. Dapat dikatakan, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya sama, lingkungan yang sangat destruktif bagi asam amino.
3.Pada akhir eksperimen Miller, terbentuk banyak asam organik yang bersifat merusak struktur dan fungsi makhluk hidup. Jika asam amino tidak diisolasi dan tetap berada di dalam lingkungan yang sama dengan senyawa-senyawa ini, reaksi kimia yang terjadi akan menghancurkan atau mengubah asam amino menjadi senyawa lain.
Selain itu, di akhir eksperimen ini terbentuk sejumlah besar asam amino Dextro. Keberadaan asam amino ini dengan sendirinya menyangkal teori evolusi, karena asam amino Dextro tidak berfungsi dalam pembentukan sel makhluk hidup. Kesimpulannya, kondisi-kondisi di mana asam amino terbentuk dalam eksperimen Miller, tidak cocok bagi kehidupan. Kenyataannya, medium ini merupakan campuran asam yang meng-hancurkan dan mengoksidasi molekul-molekul berguna yang diperoleh.
Semua fakta ini menunjukkan satu hal yang jelas: eksperimen Miller tidak dapat digunakan sebagai bukti bahwa makhluk hidup terbentuk secara kebetulan dalam kondisi bumi purba. Keseluruhan eksperimen ini tidak lebih dari sebuah eksperimen laboratorium yang terkontrol dan terarah untuk mensintesis asam amino.
Langganan:
Postingan (Atom)
